Skip to main content

#ceritababazi #15 This we are : Long last love

Thank you balateri
by bundazi

Setiap perjalanan hidup merupakan sebuah proses panjang yg musti dilalui dengan peluh, dan air mata. Arti sebuah perjalanan nan penuh perjuangan semoga memberi bekal kita melangkah lebih maju dan lebih bijak dalam bersikap. Doa dan harapan kalian semua (orang tua, sodara dan sahabat) semoga menjadi semangat buat kalian dan juga diri saya sendiri untuk tetap melangkah dengan langkah lebih tegap.

Makin tua saja aku ini, manusia pada dasarnya tak bisa memungkiri yang namanya menua. Waktu bergerak maju, bukannya mundur bukan brad? Wajah yang dulunya mulus sekarang mulai ada keratan di dahi, seperti garis memanjang sepanjang dahi bukan hanya satu tapi beberapa garis tentunya.

Jalanlah masih panjang untuk berjuang tetapkan tujuan hidup mulai dari sekarang untuk ku demi masa depan keluarga. Percaya akan harapan, pasti ada jalan menuju titik itu, yakin aku pasti bisa berjuang untuk meraih hal tersebut.

Kini, tahun berganti ditengah pandemi penuh keterbatasan melanda pelosok negeri hingga dunia berduka. Semoga badai ini kan lekas berkayuh menuju lautan yang tenang dengan cahaya mentari penuh warna kehangatan. Penuh pengharapan di penambahan umurku yang makin menua ini, alangkah baiknya ku berhenti sejenak untuk kembali mengingat apa pencapaian dalam hidup yang sudah ku gapai sepanjang umurku hingga kini.

Mulai saja dari masa ku keluar dari pendidikanku yang terakhir, masa penuh perjuangan telah ku alami sedari dulu hingga kini. Perjuangan dalam pendidikan sudah selesai, akan ku banggakan untuk orang tersayangku, baik itu kedua orang tua terutama simbok, lalu istriku tercinta. Walau kelulusanku tak memiliki nilai yang memuaskan namun itu sebuah pencapaian luar biasa yang bisa ku banggakan untuk simbok. Untuk itu sempat ku menjanjikan kepada simbok untuk merayakan bersama dengan beliau di jogja.

Begitu juga dengan sang istri dan juga buah hatiku balateri, aku akan merayakan kelulusanku bersama mereka juga.

Alangkah cilaka, masih dalam kegembiraan akan kelulusanku tersebut, simbok sudah dulu kembali dalam kedamaiannya. Berpulang ke hadirat allah SWT, iya itulah kenyataan yang harus kuterima.

Sudahlah semua itu sudah suratan takdir yang telah digariskan oleh yang maha kuasa. Aku sebagai manusia, hanya bisa menerima dan melepaskan dengan keikhlasan hati. Doa terbaik untuk simbok, terima kasih untuk doa sepanjang malammu untuk anakmu ini mbok. Anakmu ini hanya bisa memberi doa untukmu hingga akhir hayatku.

Namun, dibalik itu semua aku mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, terima kasih berkat doa simbok pula ini bisa ku dapatkan.

Sekarang sudah ku mulai perjuanganku kembali, menjadi seorang bapak untuk balateriku. Kelak kukan lebih berjuang untuk menunjukkan dunia kepadanya, hingga kelak menjadi apa yang ingin dicapainya. Bekal budi pekerti, bekal untuk mendampinginya mengarungi lautan tanpa batas.

Kan kuhabiskan masa tua nanti untuk bersama bundazi, menikmati hari demi hari bersama, melihat balateri merengkuh bahagia bersama keluarga barunya kelak.

Hidup dalam kesederhanaan menikmati alam berdua bersama istri tercinta. Karena awal hidup baru ku beranikan untuk memilihmu untuk menjadi bagian dari ceritaku, untukku, kamu dan kita sekarang dan selamanya hingga akhir hayat.



Terima kasih semua













Comments

Popular posts from this blog

#ceritababazi #75

 Hari ini Minggu di bulan Desember 2022. Pada dasarnya hati ini selalu mengidamkan untuk hari libur seperti ini. Harapan selalu menggelayuti diri untuk menemui diri sebenarnya, namun apakah sikap malesku ini merupakan sebuah bentuk ketakutan ataukah hanya sebuah drama dari diri yg merasakan burn out? Perjalan hidup sudah menjelang paruh waktu, hal ini mengacu pada junjungan kita Rasulullah Saw. Walaupun sudah banyak pengalaman hidup dilalui selama hidup, namun masih saja ada hal yg kurasa perlu dibenahi. Entah apa itu, saya pun merasa kurang dan haus terus untuk mencari hal tersebut. Hingga kini diri ini tak kunjung menunjukkan diri sebagai mana hati ingin berkehendak. Mungkin saja hal inilah yang disebut hidup itu selalu tentang belajar.  Hal yang menarik hari ini adalah? Emm...apa ya? Oh, tadi pagi nak wedok bercerita aktifitas dirinya dari bangun tidur hingga cerita ini kudapati. Kira-kira ceritanya begini, bangun tidur sekitar jam setengah 6, kemudian diajaklah sama sang k...

Heboh Masker COVID-19/Corona Virus

Ilustrasi Corona virus by Me Heboh, borong masker, borong bahan makanan instan seperti mie instan, sarden, vitamin dan barang yang berguna untuk segala kondisi terkait dengan COVID-19 atau orang lebih kenal dengan virus corona. Virus corona yang pertama ditemukan di Wuhan, cina, pada desember 2019 telah menyebar ke seantero cina dan beberapa negara di dunia. Untuk update terbaru bisa buka link dibawah ini yang di update per 3 maret 2020. https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/03/091500465/update-virus-corona-di-seluruh-dunia-tembus-73-negara-48002-sembuh-3117 Untuk di indonesia sendiri mulai heboh setelah presiden jokowi memberikan pernyataan terkait warga negara indonesia terjangkit virus ini. 2 orang warga negara yang tertular dan dinyatakan positif terpapar virus corona diumumkan oleh pak jokowi per 2 maret 2020 kemaren. Hal inilah yang memicu kehebohan di indonesia hingga memborong masker dan bahan makanan sebagai tindakan siaga terkait virus COVID-19 ini. ...

#ceritababazi #72 Self love dengan keberagaman

Berbeda tapi melengkapi Gambar oleh Magnascan dari Pixabay    Yaps, hari ini sudah bisa terlewati dengan sedikit tertatih. Terkadang harus diakui, melewati waktu dalam sehari memang harus mengedepankan kompromi penuh dengan adanya tantangan dalam degup jantung. Seiring berjalannya waktu, terkadang iri melihat keseruan orang lain. Hari ini, dengan sedikit tertatih ku berhasil melewatinya. Satu pekerjaan rumah sudah terlihat hasilnya, tinggal eksekusi ke sang eksekutor. Masih ada waktu 2 hari untuk merevisi hasil dari pekerjaan yang ku tangani. Penuh tantangan, penuh problematika, mungkin saja tim owner juga merasakan hal serupa. Hadirku dalam situasi ini apakah menjadi pembeda? Berulang kali, ku merasakan hal yang membuat degup jantung ini terus mendebar kencang. Masalahnya masih saja sama, yaitu mengalahkan diri sendiri. Apakah ini ada hubungannya dengan sifat introvertku? Pertanyaan demi pertanyaan sering terlintas dari benak pikiranku sendiri, sering berasumsi sendiri. Secar...