Skip to main content

#ceritababazi #29 Monolog Release Anxiety

Gambar oleh Wokandapix dari Pixabay 

Malam ini kembali ku berbincang dengan diri, dalam waktu beberapa hari ini kau melakukan apa saja diri? Bisa kau berikan kita sedikit waktu untuk berbincang tentang apa yang terjadi pada diri?

Kau sungguh membuatku kesal teramat kesal diri, kau tak mengindahkan apa perkataanku. Kau sudah muak denganku diri? Kemelut akan menjadi kerut makin terlihat di wajahku diri, kau tak berbelas pada gelas hingga kau tak menghiraukan gurauan dari gelas.

Marah kau padaku diri, memang aku salah apa padamu diri hingga kau merasa melepas tanpa belas asih padaku? Ini kita diri bukan tentang aku ataupun kau diri, kita kesatuan dalam aturan kesepakatan yang kemaren kau sepakat.

Apa saja yang kau kerjakan beberapa hari terakhir diri, hingga kau begitu malas dalam membalas kehadiranku? Memang aku sadari aku tak seperti kau diri yang tak bisa menampakkan diri secara jelas namun kau kasat oleh cahaya. Ya, tentu sinarnya saja bisa kudapati tanpa bisa raba dalam rasa yang terasa.

Ini bukan akhir dari malam diri, kita masih dalam temaram dalam bayang kegelapan remang-remang diri. Aku gelisah dalam kesendirian diri, kau tak pelak mengasah dalam kegelisahanku bermain dengan intuisi yang mengasihi kita dalam mengarungi perdebatan yang tak kunjung terobati.

Salah?

Tidak diri kita tak membahas akan salah dalam masalah, tapi solusi untuk mendapatkan kesepakatan antara aku dan kau diri. Aku memang gelisah diri kau juga merasakan hal yang sama kan diri? Udahlah jangan kau terus mendesah akan keresahan, kita sama senasib dalam karib, bukan resah dalam gusar yang membuyar.

Mari kita berdamai dalam ramai kegusaran kita, kembali pada malam untuk bersemayam, merindu dalam sendu, bersama dalam irama. Kewarasan kita harus seiring lantas selaras, untuk menghadapi masalah bukan untuk mengalah dalam resah bukan?

Iya, aku tau kau meratapi apa yang sedang terjadi pula menjadi bunga redup layaknya lampu malam yang mulai tenggelam gulita. Melodi alam yang bersenda gurau menertawakan kita diri. Aku takut ini menjadi semakin akut tatkala kau menangis dalam menangkis semua itu diri. Kita lakukan dalam sebuah kesatuan antara kau dan aku, memang tak semudah mengubah tapi ini pasti akan membaik dalam itikad terbaik.

Ku berharap pada hujan namun kau malah mengubah menjadi umpan, hanya untuk menolakku berdiri untuk mandiri bersama kau diri. Ini yang membuat kau jadi kesal akan ku? Baiklah jika itu membuat kau menjadi apatis terhadap tangisku diri. Menangis adalah sebuah ungkapanku untuk melepaskan kegelisahan dalam keresahan murahan.

Adaptasilah diri, kita saling membutuhkan untuk saling menguatkan dalam melepas malam. Teramat naif jika kau tak memberikanku kesempatan untuk merubah menjadi mantan dalam melepas malam.

Mereka tak tau apapun tentang kita diri, ini rahasia kita berdua tak lain. Barangkali mereka juga bertolak belakang dengan kita, mereka rasa angkara bukan untuk dirasa, tapi untuk dipulasara. Sedangkan kita membuat pulasara menjadi rasa untuk kita tumpas angkara, tentu saja berbeda diri, ini tak seperti yang kau pikirkan.

Simpan sedihmu diri, mari kita bersama satu irama mengalahkan sedih untukku dan bagi dirimu sendiri pula. Pendam sedalam biarkan tertumpuk oleh sampah yang membuat masalah, kita timbun dalam rimbun dahan dalam-dalam.

Ku rasa kita akan membaik guna mendapat solusi terbaik, mengarungi semua tantangan dalam angan intuisi kita. Kerahkan segala keangkuhan intuisi untuk kita memanipulasi mereka dalam lingkaran kita semoga terkendali.

Ingat kita berpijak dalam kebijakan diri kita untuk melangkah demi langkah semoga menjadi berkah. Langit sedang tersenyum akan kita, dia sedang melihat dua insan ya..antara aku dan kau diri tak lain. Dia menyorot dengan sorot remang malam mengiringi kegelisahan kita menunggu datangnya pagi dalam terang mentari penuh kehangatan.

Okey, mulai perlahan kau mulai menahan egomu diri. Akupun pula begitu bertahan dalam perlahan waktu mengiringi kita. Angin malam mengibaskan dahan untuk membersihkan kegelisahan kita, semilir bergilir menyapa dan berkata, "kalian perlahan dapat bertahan kawan".

Mulailah menulis tulisan untuk mewarnai dunia lewat sendau gurau liar imaji. Mengawal diri tuk selalu memulai awal hari penuh arti bersama denganku sekarang menuju masa datang.

Suatu saat kegelisahan akan singgah, namun jika kita selalu kuat dalam satu, ini tak akan berarti apa-apa. Untuk itu berjuang yuk diri, ada klimak yang menyimak untuk segara kita jamak berdua, betul itu hanya berdua saja.

Terima kasih untuk belas kasihmu diri kau tak lepaskanku sendiri memperjuangkan ini semua menjadi lebih kuat dalam menghempas dan menumpas kegelisahan ini.

Terus terang benderang sinar itu akan menghangat dalam lengkap, menyapa kita kemudian melampui apapun itu tantangan kedepan.

Cukup diri, ini sudah tak baik jika harus terbalik malam menjadi siang ataupun sebaliknya. Kita harus dalam keadaan waras untuk menjadi mawas. Kita harus cukup tega untuk menjadi lega, kemudian menengadah untuk berserah kepada sang khalik.

Ku bersama diri berserah kepadamu ya sang khalik, untuk menghilangkan kegelisahan dalam setiap tantangan dalam kehidupan kami. Terimalah segala kegelisahan kami untuk merubahnya menjadi secercah harapan penuh pengharapan kami. Hilangkan duka dan lara kami, ubahlah menjadi suka cita sepenuh penuhnya bersamaan dengan terbitnya mentari dalam mengawali hari.

Aku beserta diri pamit untuk berhimpit dalam keberkahan bukan keserakahan.
salam,















Comments

Popular posts from this blog

#ceritababazi #75

 Hari ini Minggu di bulan Desember 2022. Pada dasarnya hati ini selalu mengidamkan untuk hari libur seperti ini. Harapan selalu menggelayuti diri untuk menemui diri sebenarnya, namun apakah sikap malesku ini merupakan sebuah bentuk ketakutan ataukah hanya sebuah drama dari diri yg merasakan burn out? Perjalan hidup sudah menjelang paruh waktu, hal ini mengacu pada junjungan kita Rasulullah Saw. Walaupun sudah banyak pengalaman hidup dilalui selama hidup, namun masih saja ada hal yg kurasa perlu dibenahi. Entah apa itu, saya pun merasa kurang dan haus terus untuk mencari hal tersebut. Hingga kini diri ini tak kunjung menunjukkan diri sebagai mana hati ingin berkehendak. Mungkin saja hal inilah yang disebut hidup itu selalu tentang belajar.  Hal yang menarik hari ini adalah? Emm...apa ya? Oh, tadi pagi nak wedok bercerita aktifitas dirinya dari bangun tidur hingga cerita ini kudapati. Kira-kira ceritanya begini, bangun tidur sekitar jam setengah 6, kemudian diajaklah sama sang k...

#ceritababazi #69 tak jelas

Tak Jelas Gambar oleh jplenio dari Pixabay   Manusia diciptakan pada dasarnya untuk mengabdi kepada tuhan semesta alam. Manusia merupakan mahluk paling sempurna hasil karya sang maha kuasa tuhan semesta alam. Akankah kita mengingkari hal itu? Pada jaman sekarang dimana teknologi dari perkembangan jaman semakin komplek, setiap individu juga berkembang seiring perjalanan masa ke masa. Akankah kita masih mengingat bahwasannya kita masih menjadi manusia pada awal mula diciptakan oleh tuhan semesta alam? Seiring perkembangan jaman ke jaman, kita manusia beradaptasi dengan situasi yang mengedepankan kemajuan baik dari ilmu maupun teknologi. Manusia seiring berkembangnya jaman terus berevolusi dengan lingkungan. Pada dasarnya yang namanya desa itu akan berkembang menjadi kota. Pada jaman sekarang manusia cenderung berbondong bondong untuk bermigrasi dari desa menuju ke kota, padahal kota merupakan sebuah tempat yang sarat dengan kehidupan tanpa ujung. Maksud dari tanpa ujung di sini,...

#ceritababazi #40 Mager merupakan kemenangan sesaat

Mager Gambar oleh  Rain Carnation  dari  Pixabay   Dunia terbalik sodara-sodara, harusnya waktu produktif disiang hari berganti menjadi malam hari. Layaknya kelelawar deh jadinya, akibat dari puasa dan #workfromhome, bagaimana merubah kembali kebiasaan ini jika kondisi sudah kembali normal? Sebuah pekerjaan rumah yang harus ku selesaikan dengan segenap pemikiran penuh naluri solutif. Bagaimana jika ini tak ku kerjakan dengan segera apakah ini akan berakibat really bad for me? Aku juga tak tahu apa yang akan terjadi jika hal ini tidak segera ku kerjakan. Jelas akibatnya tidak akan baik untukku dan nantinya akan berakibat pada orang lain pula, aku tidak mau hal itu terjadi. Untuk itu akan ku pikirkan dengan seksama bagaimana solusi terbaik untuk masalah ini. Lantas apakah solusi yang harus ku tempuh untuk menindaklanjuti hal ini ya? hmm...ataukah harus kunikmati dulu masa ini sebagai reward untuk diri selama beberapa tahun terakhir penuh drama? Untuk mendapatkan pekerj...