Skip to main content

Sepucuk surat cinta

Untukmu yang menunggu dalam rindu

Sepanjang perjalanan cinta tak pernah terlihat dari apa yang terlihat

sampai saat dimana apa yang terlihat itu menjadi terasa dalam penglihatan

kadang kita terlihat tak terlihat namun terasa oleh rasa

hati ya, memang hati saja yang merasa tersiksa akan rasa
tak pernah merasa melihat dan terlihat intuisi ini akan merasakan apa yang akan terlihat

tak pernah terlihat dari apa yang terlihat

mata tak bisa merasakan apa yang dilihat namun dari mata rasa itu akan terlihat

alunan pena terlihat dalam rasa menyambut rasa yang semakin terasa

kusampaikan rasa dalam alunan pena untuk terlihat rasaku terhadapmu

terlihat namun tak terlihat akan apa yang kau rasa
dalam rasaku akanmu melantun getaran rasa lewat pena

ragu dalam rasaku akanmu terlihat abu saat penaku menari akan rasaku akanmu

terima...terimalah rasaku akanmu dengan rasamu akanku
sambutlah dan temaniku melihat rasaku akanmu dengan rasamu yang melihatku

ini semua tentang cinta..ya..cinta

resah dan raguku terlihat namun tak terlihat kala penaku tak menari tentang rasaku akanmu

harapku kau terima rasaku akanmu dengan rasamu bukan matamu

titik tanpa koma rasaku akanmu ini akan terlihat oleh rasamu, ya..bukan mata tapi hati

inilah cintaku kusertakan lewat tarian penaku untukmu

terimalah









Comments

Popular posts from this blog

#ceritababazi #75

 Hari ini Minggu di bulan Desember 2022. Pada dasarnya hati ini selalu mengidamkan untuk hari libur seperti ini. Harapan selalu menggelayuti diri untuk menemui diri sebenarnya, namun apakah sikap malesku ini merupakan sebuah bentuk ketakutan ataukah hanya sebuah drama dari diri yg merasakan burn out? Perjalan hidup sudah menjelang paruh waktu, hal ini mengacu pada junjungan kita Rasulullah Saw. Walaupun sudah banyak pengalaman hidup dilalui selama hidup, namun masih saja ada hal yg kurasa perlu dibenahi. Entah apa itu, saya pun merasa kurang dan haus terus untuk mencari hal tersebut. Hingga kini diri ini tak kunjung menunjukkan diri sebagai mana hati ingin berkehendak. Mungkin saja hal inilah yang disebut hidup itu selalu tentang belajar.  Hal yang menarik hari ini adalah? Emm...apa ya? Oh, tadi pagi nak wedok bercerita aktifitas dirinya dari bangun tidur hingga cerita ini kudapati. Kira-kira ceritanya begini, bangun tidur sekitar jam setengah 6, kemudian diajaklah sama sang k...

Heboh Masker COVID-19/Corona Virus

Ilustrasi Corona virus by Me Heboh, borong masker, borong bahan makanan instan seperti mie instan, sarden, vitamin dan barang yang berguna untuk segala kondisi terkait dengan COVID-19 atau orang lebih kenal dengan virus corona. Virus corona yang pertama ditemukan di Wuhan, cina, pada desember 2019 telah menyebar ke seantero cina dan beberapa negara di dunia. Untuk update terbaru bisa buka link dibawah ini yang di update per 3 maret 2020. https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/03/091500465/update-virus-corona-di-seluruh-dunia-tembus-73-negara-48002-sembuh-3117 Untuk di indonesia sendiri mulai heboh setelah presiden jokowi memberikan pernyataan terkait warga negara indonesia terjangkit virus ini. 2 orang warga negara yang tertular dan dinyatakan positif terpapar virus corona diumumkan oleh pak jokowi per 2 maret 2020 kemaren. Hal inilah yang memicu kehebohan di indonesia hingga memborong masker dan bahan makanan sebagai tindakan siaga terkait virus COVID-19 ini. ...

#ceritababazi #72 Self love dengan keberagaman

Berbeda tapi melengkapi Gambar oleh Magnascan dari Pixabay    Yaps, hari ini sudah bisa terlewati dengan sedikit tertatih. Terkadang harus diakui, melewati waktu dalam sehari memang harus mengedepankan kompromi penuh dengan adanya tantangan dalam degup jantung. Seiring berjalannya waktu, terkadang iri melihat keseruan orang lain. Hari ini, dengan sedikit tertatih ku berhasil melewatinya. Satu pekerjaan rumah sudah terlihat hasilnya, tinggal eksekusi ke sang eksekutor. Masih ada waktu 2 hari untuk merevisi hasil dari pekerjaan yang ku tangani. Penuh tantangan, penuh problematika, mungkin saja tim owner juga merasakan hal serupa. Hadirku dalam situasi ini apakah menjadi pembeda? Berulang kali, ku merasakan hal yang membuat degup jantung ini terus mendebar kencang. Masalahnya masih saja sama, yaitu mengalahkan diri sendiri. Apakah ini ada hubungannya dengan sifat introvertku? Pertanyaan demi pertanyaan sering terlintas dari benak pikiranku sendiri, sering berasumsi sendiri. Secar...